Manikgni Post,08-04-26-- Subak Abian Pucak Manik selaku pengempon Pura Pucaksari melaksanakan upacara Piodalan Penregteg Karya Ngenteg Linggih pada Rabu, Kliwon Sinta, 8 April 2026. Upacara sakral ini digelar di Pura Pucaksari, Banjar Adat Tegenan Kelod, dengan penuh rasa bhakti dan kebersamaan krama.
Klian Subak Abian, I Wayan Kariana, mengungkapkan bahwa rangkaian upacara telah dimulai sejak Minggu, 5 April 2026. Kegiatan diawali dengan ngayah pembersihan areal pura, pembuatan penjor, pemasangan busana pura, yang dilaksanakan oleh prejuru subak abian,pemangku dan Prejuru Pura Dalem,klian dan pemangku Pr.Manikharum dan Klian Subak Lipang ,hari ini juga dilaksanakan matur piuning di Pura Kahyangan Tiga dan Kahyangan Desa. Tahapan ini menjadi bentuk kesiapan lahir dan batin dalam menyambut puncak karya.
Sehari sebelum piodalan, prejuru subak,saye,prejuru dan pemangku dalem,klian subak melaksanakan persiapan sarana upakara, termasuk pembuatan olahan guling. Sementara itu, banten piodalan didistribusikan kepada anggota subak secara berkelompok sesuai tahapan upacara. Rangkaian upacara meliputi caru penyapuh, ngadegang Ida Bhetara ring prelingga, melasti dengan mewangsuh di puri, hingga puncak piodalan dan penyineb yang dilaksanakan pada hari yang sama.
Kariana berharap, melalui pelaksanaan upacara ini—yang merupakan kelengkapan dari rangkaian Ngenteg Linggih setahun lalu—dapat memberikan kerahayuan bagi seluruh makhluk hidup. “Semoga membawa keseimbangan dan keharmonisan bagi tumbuh-tumbuhan, perkebunan, peternakan, serta kehidupan krama,” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas partisipasi aktif seluruh pihak, termasuk anggota subak, prejuru desa, Banjar Dalem, Manik Harum, dan Subak Lipang.
Sementara itu, Bendahara Subak Abian, Mangku Made Lanus Angkep Mertha, menjelaskan bahwa seluruh pembiayaan sarana upakara, seperti pembelian babi dan perlengkapan lainnya, sepenuhnya bersumber dari kas Subak Abian. Dana tersebut berasal dari bantuan BKK kabupaten yang dimanfaatkan secara transparan dan gotong royong.
Upacara piodalan dipimpin oleh Pemangku Pura, Made Suwena, dimulai pukul 08.00 WITA dan berakhir pada pukul 11.30 WITA dengan prosesi penyineban. Kegiatan ini turut dihadiri oleh bendesa adat yang diwakili penyarikan desa, para pemangku Kahyangan Tiga (Puseh dan Dalem), pemangku Kahyangan Desa, Klian Subak Lipang, Klian Serati, Klian Pakis, serta Klian Banjar Adat Tegenan Kelod.
Dengan terlaksananya upacara ini, diharapkan nilai-nilai kebersamaan, spiritualitas, dan kearifan lokal tetap terjaga serta menjadi landasan dalam menjaga keseimbangan alam dan kehidupan masyarakat.(manixs).


.jpeg)



.jpeg)
